Laman

Sabtu, 27 November 2010

7 Lapisan Layer OSI

Tabel MODEL OSI
osi-layerLayer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Application.
II. FUNGSI LAYER
1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
3. Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network
Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
Mendeteksi Error
Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
Mengendalikan aliran
4. Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
5. Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
6. Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.
7. Layer ApplicationLayer
ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

4 Layer OSI

TCP/IP terdiri dari 4 lapisan (layer), berupa sekumpulan protokol yang bertingkat.
Lapisan lapisan tersebut adalah :
  • Network Interface Layer, Bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima data dari media fisik.
  • Internet Layer, Bertanggung jawab dalam proses pengiriman ke alamat yang tepat (IP, ARP, dan ICMP).
  • Transport Layer, Bertangung jawab dalam mengadakan komunikasi antar host.
  • Application Layer, Tempat aplikasi-aplikasi yang menggunakan TCP/IP stack berada.

Network Interface Layer

Lapisan NETWORK pada OSI identik dengan Lapisan INTERNET pada DOD(TCP/IP).
Fungsinya adalah meneruskan paket-paket dari satu node ke node lain, mengatur dalam pemberian alamat.
untuk peralatan jaringan dan memilih jalur terbaik dalam menyalurkan paket data di jaringan.
Pada lapisan ini segmen data diubah menjadi paket dengan menambahkan informasi mengenai alamat logika atau IP Address tujuan dan asal data. Router bekerja pada lapisan ini.
Beberapa protocol yang bekerja pada lapisan internet DOD, antara lain:
  • IP(INTERNET PROTOCOL), adalah lapisan yang memberi alamat/identitas logika untuk peralatan
    di jaringan. Saat ini IP menggunakan format 32bit , dikenal dengan IP V4.
    Fungsi IP :
    - connectionless – servis yang tidak bergaransi.
    - pemecahan dan penyatuan paket data (defragmentation).
    - meneruskan paket dengan sistem routing.
  • ARP (ADDRESS RESOLUTION PROTOCOL), Protokol yang menyelenggarakan translasi dari IP ke MAC.
    Fungsinya :
    - membuat alamat logika serupa Ipaddress yang tak bergantung pada peralatan
    - pergantian suatu NIC hanya mengubah MAC address, tetapi tidak IP address.
    - paket diteruskan berdasar alamat IP yang dituju.
  • RARP (REVERSE ADDRESS RESOLUTION PROTOCOL), adalah kebalikan dari ARP.
    Protokol ini memungkinkan untuk mendapatkan IP address jika MAC address diketahui.
  • BOOTP (BOOTSTRAP PROTOCOL), digunakan pada proses booting dari diskless workstation dengan memberi IP address ke peralatan jaringan.
  • DHCP (DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL), menyediakan mekanisme
    pemberian IP address bagi workstation yang mengaksesnya saat bootstrap ke server.
  • ICMP (INTERNET CONTROL MESSAGE PROTOCOL), protocol yang berguna untuk
    melaporkan jika terjadi masalah pengiriman data.
    - memberi sinyal NACK jika ada paket yang tidak sampai ke tujuan.
    - memberitahukan pengirim jika memori buffers router penuh.
    - memberitahukan pengirim bahwa paket telah melewati jumlah hop maksimum dan    data akan dibuang (TTL=time to life).
    - redirect paket daro gateway ke host.
    - ping menggunakan ICMP echo untuk memeriksa hubungan.

Internet Layer

Sifat dalam melakukan pengiriman data yang dilakukan IP dikenal sebagai unreliable, connectionless, dan datagram delivery service. Dua hal yang menarik adalah unreliable (ketidakandalan dalam menyampaikan data) hal ini dikarenakan IP hanya akan melakukan hal yang terbaik dalam proses penyampaian data untuk sampai ke host tujuan (best effort delivery service). Hal ini dipilih agar paket yang dikirim tetap sampai walaupun salah satu jalur ke host tujuan tersebut mengalami masalah.

Transport Layer

Bertanggung jawab untuk komunikasi antara aplikasi. Layer ini mengatur aluran informasi dan mungkin menyediakan pemeriksaan error. Data dibagi kedalam beberapa paket yang dikirim ke internet layer dengan sebuah header. Header mengandung alamat tujuan, alamat sumber dan checksum. Checksum diperiksa oleh mesin penerima untuk melihat apakah paket tersebut ada yang hilang pada rute.

Pada lapisan ini terdapat dua protocol yaitu :
  • TCP = TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL.
  • UDP = USER DATAGRAM PROTOCOL.
TCP
Berfungsi untuk mengubah suatu blok data yang besar menjadi segmen-segmen yang ditulis dan disusun berurutan membentuk datagram, agar si penerima dapat menyusun kembali sesuai dengan data saat sebelum dikirim oleh si pengirim. TCP berorientasi pada keutuhan hubungan (connectionless-oriented).
UDP
UDP adalah protocol yang connectionless-oriented yang sangat bergantung pada lapisan atas untuk mengontrol keutuhan data. UDP hanya digunakan untuk pengiriman data yang berdimensi kecil. Protocol ini digunakan oleh aplikasi yang tidak peka terhadap gangguan seperti SNMP dan TFTP.

Aplication Layer

Merupakan sebuah aplikasi yang mengirimkan data ke transport layer. layer ini akan mencarikan program untuk memproses file ini yaitu misalnya program Winzip di komputer client berbasis MS Windows. Demikian pula untuk layanan Transfer file digunakan FTP (client dan server), telnet untuk remote akses, membuka homepage dengan http atau https, maito untuk proses mengirim file.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar